Twitter Sebagai Ruang Komentar Ujaran Kebencian terhadap @Bahlillahadalia
Kata Kunci:
analisis isi; Twitter; tokoh pemerintahan; ujaran kebencianAbstrak
Maraknya ujaran kebencian di media sosial, khususnya pada platform Twitter, menunjukkan bahwa ruang digital semakin sering digunakan sebagai wadah penyampaian ekspresi negatif. Fenomena ini juga terjadi pada akun @bahlillahadalia. Namun, kajian yang secara khusus mengidentifikasi jenis, kategori, serta pola penyebaran ujaran kebencian tersebut masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, kategori, dan pola penyebaran ungkapan kebencian di kolom komentar Twitter yang diarahkan kepada akun @bahlillahadalia. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, studi ini mengumpulkan serta mengevaluasi tweet dan tanggapan yang menunjukkan tanda-tanda ujaran kebencian dalam jangka waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu politik, kebijakan investasi, dan persepsi publik terhadap kinerja kementerian menjadi pemicu utama munculnya ujaran kebencian. Penelitian ini menekankan bahwa Twitter tidak hanya berfungsi sebagai platform berbagi informasi, tetapi juga bisa menjadi arena konflik dan ekspresi emosi, sehingga perlu ada peningkatan kemampuan digital dan pengawasan konten yang lebih baik.
Unduhan
Referensi
Amal, M. I., Naryoso, A., & Nugroho, A. (2022). Penggunaan Media Sosial Twitter sebagai Media Presentasi Diri pada Preferensi Politik. Interaksi Online, 11(1), 527–546. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/37336
Austin, J. L. (1975). How to do things with words.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. 4.
Culpeper, J. (2015). Impoliteness strategies. In A. Capone, & J. L. Mey (Eds.). Interdisciplinary Studies in Pragmatics, Culture and Society, 4, 421–445. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-3-319-12616-6_16
Cutting, J. (2020). Pragmatics and Discourse: A Resource Book for Students. 187. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9780203994597
Datau, Y., Djou, D. N., & Zakaria, U. (2025). Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar pada Konten Pilpres 2024 di Media Sosial Tiktok. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 3761–3771. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/20282/13768
Fairclough, N. (1995). Media discourse. 9–14.
Febriansyah, F. I., & Purwinarto, H. S. (2020). Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Ujaran Kebencian di Media Sosial. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(2), 177–188. https://eprints.umpo.ac.id/10714/1/13 Pertanggungjawaban.pdf
Fitriani, Y., & Pakpahan, R. (2020). Analisa Penyalahgunaan Media Sosial untuk Penyebaran Cybercrime di Dunia Maya atau Cyberspace. Cakrawala-Jurnal Humaniora, 20(1), 21–27. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/cakrawala/article/view/6446?utm
Grice, H. P. (1975). Logic and Conversation. 3, 41–58.
Mulyadi, H., & Hendaryan, H. (2025). Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Instagram Bahlil Lahadalia (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat). Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2), 341–355. https://jurnal.unigal.ac.id/diksatrasia/article/view/19216/10029
Rizqieyanti, I., Gulo, M. P. S., Husniyah, S. S., & Siagian, I. (2023). Makna Pragmatis Pada Judul Artikel Surat Kabar Malut Post Dan Posko Malut. Multilingual: Journal of Universal Studies, 3(2), 201–208. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/multilingual.v3i2.162
Sperber, D., & Wilson, D. (1986). Relevance: Communication and cognition. 142.
Waruwu, D. F. M., & Vera, N. (2020). Ujaran Kebencian di Media Sosial (Studi Netnografi di Akun Instagram@ prof. tjokhowie). AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 55–69. https://ejournal.amikompurwokerto.ac.id/index.php/AGUNA/article/view/1034/568
Widyatnyana, K. N., Rasna, I. W., & Putrayasa, I. B. (2023). Analisis Jenis dan Makna Pragmatik Ujaran Kebencian di dalam Media Sosial Twitter. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 12(1), 68–78. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/2216/1179






